Bisnis dengan Food Truck Lebih Menguntungkan

Bisnis dengan Food Truck Lebih Menguntungkan

BERGERAK dan menjemput bola menjadi kekhasan gaya bisnis dengan food truck Tidak heran, meski memiliki gerai ataupun restoran, banyak yang kemudian memiliki pula unit food truck atau bahkan beralih dari restoran statis ke restoran bergerak.

Berbicara food truck memang bukan sekadar gaya kekinian dalam berbisnis, tapi beberapa keuntungan bisa didapatkan dan memang sudah dirasakan juga oleh para pelaku bisnisnya. Tidak heran, jumlah pelaku bisnisnya pun terus bertambah.

Penambahan jumlah itu bisa terlihat dari contoh kecil, yaitu pelaksanaan acara kumpul para pelaku bisnis food truck yang menggunakan kendaraan daihatsu Gran Max. Kegiatan pertama hanya diikuti oleh empat unit, tetapi di acara Bandung Oto Trade Market (Botram) with Daihatsu 2017, jumlahnya berlipat-lipat ganda menjadi 110 food truck dan mobil toko (moko).

Tubagus Adi Wardana (33) adalah salah satu yang mengikuti acara itu sejak awal. ”Peningkatan jumlahnya drastis banget, luar biasa. Awalnya empat unit lalu sekarang tembus 100, itu luar biasa,” kata Adi, yang juga pemilik Fey’s Little Kitchen itu.

Pada 2016, komunitas Food Truck yang menggunakan Gran Max itu berkonvoi untuk pelaksanaan acara bersama di Sumatra Utara. Momen itu memang bersamaan dengan karnaval kemerdekaan yang saat itu berpusat di kawasan sekitar Danau Toba, Sumut.

Ia mengatakan, berbisnis kuliner menggunakan truk karoseri memang menggiurkan. Pada 2012, ia mulai menggunakan food truck. Sebelumnya, ia sempat membuka restoran dan membuka gerai di food court meski kemudian tutup. Ia pun kembali menekuni bisnis food truck yang saat ini jumlahnya sudah mencapai empat unit dengan beragam jenis kendaraan.

“Food truck itu tidak perlu menunggu orang masuk ke restoran, kami menjemput bola ke konsumen. Kami juga terus mobile dan lebih mudah explore berbagai tempat yang berpeluang menjadi lokasi mangkal,” ujarnya.

Begitu juga yang dirasakan Ilham Fahmi, pemilik Lamici Fusion Pasta. Sejak 2015, ia berbisnis kuliner dengan membuka stan di berbagai bazar. Ia pun akhirnya beralih bisnis food truck sejak awal 2017.

Ketika memulai bisnis food truck, ia pun mulai merasakan perbedaan yang signifikan secara bisnis. Meski baru memiliki satu unit, dia terus bergerak untuk menjemput bola. Sehari-harinya, ia memarkirkan food truck di Mouton Slice & Grill Jalan Gandapura Nomor 56 Kota Bandung, sesekali di Metro Indah Mall, dan berputar untuk mengikuti berbagai acara.

Mobil modifikasi

Menurut Rokky Irvayandi, Executive Coordinator Domestic Marketing Division di PT Astra Daihatsu Motor di Indonesia, jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memang terlihat pertumbuhan jumlahnya. Di antara mereka pun banyak yang menggunakan Gran Max sebagai moko.

Namun, ia tidak bisa memastikan berapa jumlah Gran Max yang telah dialihfungsikan dari kendaraan keluarga menjadi moko. Alasannya, perubahan bentuk Gran Max dilakukan di pembuatan karoseri.

”Masyarakat tetap membeli kendaraannya dalam keadaan standar, karoserinya diubah sendiri. Jadi, kami tidak bisa mendeteksi berapa unit standar yang telah diubah menjadi mobil toko,” kata Rokky.

Meskipun begitu, dia mengatakan, saat ini penjualan Daihatsu Gran Max telah mencapai lebih dari 4.000 unit selama setahun di seluruh Indonesia. Kota Bandung pun menjadi wilayah yang penjualannya tertinggi.

Konsep food truck

Bicara mengenai cara memulai bisnis food truck, Tubagus Adi Wardana mengatakan, harus dimulai dengan konsep yang jelas. Konsep itulah yang kemudian diturunkan menjadi menu-menu andalan dan desain karoseri yang ditampilkan pada truknya.

Bila melihat perkembangan sekarang, menurut dia, pengusaha food truck ataupun penyelenggara kegiatan sedang senang dengan konsep desain klasik. Namun, desain itu tentu harus sesuai dengan konsep dan sajian makanannya.

Untuk memulai desain food truck, Adi yang juga menjadi desainer beberapa food truck mengatakan, setiap pelaku usaha harus memahami konsep dan kebutuhannya di lapangan. Misalnya, sajian kuliner yang diolah dari tahap nol, berarti membutuhkan bagian dalam kendaraan yang lega dan tinggi. Berbeda dengan menu sajian dessert yang tidak memerlukan unit besar.

Utamakan keamanan

Desain truk yang umumnya dibuka sisi kiri-kanannya pun menyesuaikan konsep masing-masing. Ada yang ingin memperlihatkan dapur seutuhnya, ada yang tidak. Ada yang ingin meja saji untuk konsumen menempel di truk, ada juga yang tidak.

Selain itu, desain harus memperhatikan keamanan, terutama karena penggunaan gas elpiji. Dibutuhkan pula meja stainless steel untuk menyiapkan makanan karena bahan itu relatif mudah dan cepat pembersihannya.

”Oleh karena itulah, lebih sulit menentukan konsep dan mendesain food truck dibandingkan dengan restoran, sekalipun restoran kecil. Belum lagi mengatur desain supaya flow tidak saling bertabrakan antara yang mengambil pesanan, mengolah, dan menyajikan,” tuturnya.

Konsep itu pun akan diturunkan pada cara penyajian. Lamici yang berkonsep fusion pasta juga mengusung konsep penyajian yang praktis. Oleh karena itulah, ia tidak menggunakan piring saji berbahan kertas, melainkan dalam bentuk kerucut atau cone. Selain trendi dan modern, penyajiannya pun handy.

Tidak sekadar ikut gaya berbisnis food truck, tapi adu konsep sangat penting. Namanya juga bisnis kreatif, kreativitas harus dimulai dari ide sebelum kreatif dalam berdagang.

Have your say